Langsung ke konten utama

Pengalaman Sukses Investasi Saham Amerika dengan Gotrade - Portofolio per Agustus 2021

Salam Sukses, halo rakyat Indonesia yang budiman dan penyabar. Sebagaimana sudah banyak penulis kupas tuntas tentang investasi saham di luar negeri baik dengan etoro maupun passfolio dan perbandingan berbagai broker saham luar negeri dalam tulisan berikut. Penulis ingin berbagi kesuksesan dalam berinvestasi saham luar negeri khususnya di Negeri Paman Sam melalui broker gotrade.

Free to Use Photo by mentatfgt from pexels

Penulis asumsikan pembaca sudah mengetahui sekilas gambaran umum gotrade. Namun, jika masih belum tau apapun tentang gotrade, pembaca perlu mengetahui  memahami legalitas dan aspek hukum gotrade di Indonesia yang sudah penulis kuliti di link berikut. Pada intinya, penulis masih mempertanyakan eksistensi ke depan perkembangan gotrade apakah akan disetujui sebagai sarana investasi yang valid dan reliabel? atau hanya lah bentuk bualan omong kosong belaka semacam gimmick semata. 

Penulis sendiri meyakini legitimasi gotrade sebagai broker yang valid di Malaysia dan tentunya sudah berinvestasi dengan jumlah uang yang cukup signifikan (dari kacamata penulis). 

Pembahasan

Gotrade adalah broker saham kedua pilihan penulis, yang pertama tentunya etoro. Sebagai informasi, penulis baru membuka akun gotrade pada bulan Mei 2021. Hasilnya yang diperoleh rupa-rupanya sangat menggembirakan, dapat dilihat tangkapan layar s.d bulan Agustus 2021 sudah memberikan return yang membuat decak kagum dalam hati penulis.

Dari gambar tersebut, terlihat jika secara keseluruhan portofolio tersebut memberikan return s.d Bulan Agustus 2021 sebesar +21,07%. Hasil tersebut tentunya sangat jauh lebih baik dibandingkan return penulis s.d Bulan Juli 2021 di akun etoro yang hanya sebesar +6,46%.

layaknya model investasi penulis lainnya yang untung besar di etoro. Komposisi portofolio penulis diusahakan berimbang antara saham, ETF Aktif, dan ETF Pasif (Indeks). Saham yang dimiliki terdiri dari  dua yaitu saham Nvidia (NVDA), saham Tinder (MTCH). Lalu, ETF Aktif terdiri dari dua AKR Genomic (ARKG) dan ARK Space (ARKX). Terakhir sebagai jangkar adalah ETF Pasif (Indeks) yaitu Invesco S&P 500 High Dividen Low Volume (SPHD).  Komposisi lengkap portofolio terbaru yang dimiliki penulis per 11 Agustus 2021 sebagaimana gambar berikut.

Alasan pemilihan portofolio saham gotrade, seperti biasanya, masih didominasi berdasarkan rumor, kabar burung, kabar angin, dan cuitan-cuitan miring influencer di media sosial. Contohnya, untuk pembelian saham NVIDIA diperoleh berdasarkan kabar tidak menyedapkan yang diterima penulis, yaitu kondisi harga kartu grafis NVIDIA GeForce yang mahal, karena adanya chip shortage (karena peningkatan pengguna kripto dan krisis ekonomi karena pandemi) dan penggunaan chip untuk Self-Driving Car. Hal ini diyakini merupakan peluang yang tidak datang setiap tahunnya dan berpotensi menghasilkan keuntungan bagi pembuat chip. 

Sama halnya dengan saham NVDA, pembelian MTCH juga dikarenakan alasan yang penulis dengar dari lingkungan inner circle penulis yang banyak menggunakan aplikasi besutan The Match Group dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan salah satu kolega penulis berkomentar jika aplikasi Tinder berpengaruh positif dalam meningkatkan semangat hidup di masa pandemi. MCTH juga ikut membantu membangkitkan ekonomi kalangan tertentu yang tergerus pandemiSelanjutnya, alasan penulis memilih ETF Pasif Invesco S&P 500 adalah tidak ada, bahkan jikalau nanti sudah untung dikit saja akan langsung penulis jual dan ganti saja ke saham lain saja. 

Terakhir, untuk ETF Aktif bikinan ARK yaitu ARK Genomic dan ARK Space dikarenakan penulis terhanyut dengan penjelasan Mbak Cathie Wood tentang era modern, disruptive teknologi, dan semacam industri 4.0. Seluruh hal itu terdengar merdu saja di telinga penulis. Penulis percaya sepenuhnya dengan kemampuan Mbak Cathie yang mengelola ETF secara akfit dan meracik portofolio terbaik. Hal ini berkaca dari kegagalan penuh spekulasi yang dilakukan penulis di akun etoro, sehingga kali ini penulis memilih untuk membayar orang saja yang lebih pandai dan kompeten melalui ETF Aktif.

Simpulan dan Saran
Simpulan tulisan ini adalah pemilihan komposisi penulis terbukti sukses selama beberapa bulan ini memberikan return positif. Saran kepada pembaca agar mempelajari lagi analisis portofolio, penulis merekomendasi buku Teori Portofolio dan Analisis Investasi edisi 11 karya salah satu Dosen terkenal yaitu Jogiyanto Hartono yang belum penulis beli dan baca juga.

Demikan tulisan ini bertujuan sebagai acuan bagi investor serta memberikan kritik dan saran bagi berbagai pihak. Penulis akan mencoba secara rutin mengupdate tulisan ini jika terdapat perubahan dan perkembangan informasi dan data terkait portofolio saham ini. Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis bukan merupakan pendapat organisasi/institusi. 

Akhir kata, layaknya para youtuber dan penulis rubrik investasi terkenal, disclaimer dalam tulisan ini adalah penulis tidak bertanggung jawab atas pilihan broker dan saham pilihan pembaca. Semua keuntungan dan kerugian daripada transaksi yang dilakukan adalah tanggung jawab jari-jari pembaca sekalian. Penulis hanya ingin memberikan pengalaman dari sudut pandang penulis saja, agar dapat direnungkan dan dimaknai dengan bijak. Terima kasih.

Komentar

Artikel Populer Lainnya

Reviu Investasi Saham di Amerika dengan Gotrade - Portofolio Harjoko per September 2021

Pengalaman Review Investasi TokoCrypto - Portofolio Harjoko per September 2021

Apakah Tokocrypto Illegal di Indonesia? Apa Kelebihan dan Kelemahan Tokocrypto?

Reviu Investasi Bizhare - Studi Kasus Alfamidi Boulevard & Portofolio Harjoko per September 2021

Pengalaman Investasi LandX - Bedah Porto Andika Sutoro Putra & Portofolio Harjoko per September 2021

Reviu Investasi Saham Luar Negeri dengan Etoro - Portofolio Harjoko per September 2021

Apakah Gotrade Penipu? Layak dinyatakan illegal? dan bagian dari investasi bodong?

Cuan Maksimal dengan Investasi di Bizhare - Pengalaman Investor Receh & Studi Kasus Alfamidi KH Mas Mansyur Surabaya