Langsung ke konten utama

Cuan Maksimal dengan Investasi di Bizhare - Pengalaman Investor Receh & Studi Kasus Alfamidi KH Mas Mansyur Surabaya

Halo investor Indonesia yang Budiman. Salam Cuan. Banyak pandangan, kritik, hujatan, makian, dan komentar miring yang ditujukan terhadap penulis (walaupun sebagian besar sebenarnya hanya berupa pertanyaan saja). Bahwasanya penulis pro kapitalis, antek asing, bagian dari konspirasi wahyudi dan mamarika karena tidak berinvestasi di dalam negeri, terlalu senang menghamburkan uang untuk investasi saham kapitalis, riya, tukang pamer, komplotan elit globalis laknat, dan sebagainya. 

Tentunya itu semua tidaklah benar. Perlu pembaca ketahui dan camkan baik baik, jika penulis adalah pendukung garis keras ekonomi kerakyatan, pro-ekonomi pancasila khususnya sila ke-lima, akrab dengan ekonomi syariah, dan pengagum Bung Hatta. Oleh karenanya, sudah hampir setahun ini, penulis menjadi bagian dari komunitas investor Bizhare. Tulisan ini akan menjelaskan sedetail mungkin dari perspektif penulis tentang keberadaan platform baru investasi ini. Perspektif penulis atas keberadaan Bizhare terbagi dalam beberapa bagian dengan penjelasan sebagai berikut.

1. Apa itu Bizhare? 

Bizhare adalah salah satu dari beberapa fintech equity crowd funding (ECF) atau urun dana khusus bagi usaha kecil dan mikro. Bizhare adalah Karya inovatif anak bangsa yang fokus memperjuangkan dan ujung tombak UMKM. Profil Bizhare dapat dibaca langsung di situsnya atau apabila kurang jelas dapat dilihat langsung dibagian Pertanyaan dan Jawaban Bizhare. Dari hasil penelusuran di google per 15 Agustus 2021 dengan kata kunci "pengalaman menggunakan Bizhare", hasilnya sebagai berikut.

Penulis yakin terhadap aspek legalitas Bizhare karena sudah mendapat ijin OJK berdasarkan link berikut. Oleh karenanya, penulis dengan bangga dan jumawa dapat mengatakan jika Bizhare bukan investasi illegal atau bodong. Bahkan bizhare secara aspek legalitas lebih baik dibandingkan kedua investasi saham yang dimiliki penulis, yakni di etoro dan gotrade yang telah dibahas dan dikuliti dalam berbagai tulisan sebelumnya.

Dari penelusuran tersebut, dapat dilihat jika informasi tentang Bizhare masih terbatas pada dua situs dan quora indonesia (semacam forum tanya-jawab terkenal) dan bizhare sendiri tentunya. Belum banyak cerita pengalaman langsung dari para investor pengguna Bizhare termasuk dalam hal ini komposisi portofolio, keuntungan yang didapatkan, dan tips agar sukses memilih investasi di Bizhare. Dua situs yang menarik perhatian penulis, yakni Pertama blog http://lebihbaikmautahu.blogspot.com yang telah menulis reviu Bizhare dengan bahasa yang sederhana sebagaimana link berikut. Amat disayangkan isinya masih kudet (kurang update) dan tidak menyajikan informasi return atau komposisi portofolio yang dimiliki. 

Kedua, reviu yang ditulis oleh adriansiaril sebagaimana link berikut. Situs itu merupakan situs/blog terbaik (termasuk yang penulis rekomendasikan dalam hal dunia investasi dan keuangan termasuk untuk perbandingan antar penyelenggara P2P lending). Adriansiaril sudah mengulas bizhare secara lengkap, lugas, tuntas, bahkan beliau juga membeli beberapa saham UMKM di Bizhare untuk mengetahui mekanisme, biaya, dan return yang diperoleh. Penulis ajungkan 4 jempol untuk adriansiaril. Dalam simpulannya per 15 Agustus 2021, adriansiaril menulis jika beliau sangat anti terhadap ECF. Namun, tetap berpendapat jika Bizhare bagus dan merekomendasikannya dibanding ECF yang lain. Hal itu dapat dilihat pada gambar berikut.

Nampaknya, penulis dalam hal ini tidak setuju dengan pendapat adriansiaril yang sangat anti dengan ECF ini. Namun, sah-sah saja untuk berpikir demikian. Dalam iklim kebebasan berpendapat dan berpikir di masa pemerintahan saat ini, segala hipotesis dan pendapat boleh diungkapkan sepanjang ada alasan yang mendasarinya. Alasan penulis mendukung Bizhare, dijelaskan dalam berbagai poin di bawah ini.

2. Alasan pentingnya Investasi di Bizhare

Berkebalikan dengan pendapat adriansiaril yang tidak menyukai ECF, penulis sangat menyukai ECF khususnya Bizhare. Puja-puji kerang ajaib penulis persembahkan kepada Bizhare sebagai sebagai salah satu sarana investasi terbaik di bumi pertiwi tanah air Indonesia. ECF semacam Bizhare dalam benak penulis adalah semacam mini IDX (nama Bursa Efek terkenal di Indonesia). Bizhare sebagai salah satu ECF tahap awal, tentunya saat ini masih dalam tahap perkembangan alias bayi, sehingga wajarlah jika banyak kekurangan dan hujatan. Di sinilah pentingnya OJK dan berbagai pihak termasuk para investor dan penulis untuk mengkritisi perkembangan ECF agar lebih baik lagi. Pentingnya para pembaca melakukan investasi di Bizhare sebagai berikut.

a. Melatih mindset investor agar tidak tergoda gampang jual-dan beli layaknya trader

Investasi di Bizhare artinya pembaca sudah mantap menjadi investor beraliran Micro Dividen Hunter Investing. Model investasi ini sangat mengandalkan aliran dana satu-satunya dari dividen atau bagi hasil keuntungan usaha yang terkadang nilainya tidak seberapa. Investor Bizhare memiliki akses terbatas terhadap kenaikan nilai saham atau capital gain karena penulis meyakini jumlah saham beredar pada saat pelaksanaan pasar sekunder tidak cukup likuid dan waktu trading juga sangat singkat. Jika ada kenaikan capital gain yang diperoleh Investor, maka dianggap sebagai bonus saja. 

Dengan menjadi seorang dividen investor, penulis menjadi tidak mudah tergoda untuk menjual dan membeli saham layaknya di Bursa Efek Indonesia. Penulis meyakini uang penulis menjadi aman, terkunci layaknya di lemari besi di Bank Swiss, sangat sulit untuk diakses, dimana hal ini sangat baik, karena penulis adalah orang yang sangat rakus dan mudah terbuai kenikmatan duniawai. Jika ada uang beberapa ribu rupiah saja, penulis akan langsung menghabiskan untuk berfoya-foya menikmati keindahan dunia dan ragawi. Oleh karenanya, jika ada pembaca yang ingin menyimpan uang agar sulit diambil, penulis menyarankan Bizhare adalah kata kuncinya.

Dalam berinvestasi dengan ECF Bizhare sangatlah penting untuk menggunakan uang dingin, artinya uang yang tidak akan dipakai dalam jangka pendek. Jangan pergunakan uang dapur atau operasional atau bahkan ngutang-ngutang apalagi dari rentenir atau pinjam uang siapapun. Ini adalah keharaman tingkat tinggi dalam berinvestasi.

Bagi penulis ECF Bizhare adalah batu loncatan untuk lompat menikmat kemakmuran yang lebih tinggi lagi. Dengan terlatihnya mental dan mindset pembaca pada investasi ECF, maka pembaca sekalian dapat melompat ke tingkatan investasi yang lebih rumit dan advance yaitu menjadi investor saham di Bursa Efek baik dalam dan/atau luar negeri.

b. Satu-satunya cara ber-Investasi Franchise yang paling Murah di Kantong

Bizhare menyediakan berbagai penerbit bisnis franchise-franchise terkenal seperti Alfamart, Alfamidi, Indomart, Kopitiam Oey, Jaringan Pertamina Mini (Pertashop), dan banyak lagi (bahkan ada juga bisnis franchise Mas Kaesang si Anak Presiden yang terkenal itu) sebagaimana link berikut. Hal ini memudahkan penulis yang tergabung dalam Asosiasi Investor Receh Kelas Sudra (AIR Lara) alias investor berkantong tipis dan seret. Bagaikan mimpi pungguk merindukan bulan, artinya merupkan keniscayaan bagi investor seperti penulis untuk membuka bisnis franchise terkenal karena satu hal yakni tidak adanya modal. Penulis yakin untuk membuka satu franchise seperti Alfamart/Indomaret dipastikan perlu modal ratusan juga yang tidak akan dimliki penulis walaupun sudah mengabdi selama puluhan tahun di Instansi Pemerintah. 

Oleh karena itu, Bizhare merupakan satu-satunya jembatan yang tersedia bagi para investor yang ingin berinvestasi pada franchise terkenal dengan modal minim mulai dari Rp500 ribu (dengan kupon yang sayangnya terbatas), walaupun aslinya sebelum kupon minimal Rp 5juta. Akan tetapi, nilai Rp5 juta tetap lebih rendah daripada mengeluarkan uang ratusan juga. Ini adalah kesempatan emas bagi investor receh, jembatan menuju kemakmuran duniawi.

Investasi di bisnis franchise sangat penting dalam pikiran penulis khususnya di masa pandemi karena beberapa aspek. Pertama, penulis tidak memiliki latar belakang dan pengalaman pengusaha, sehingga paling gampang adalah mempercayakan bisnis pada manajemen yang terbukti handal yakni para manajer bisnis franchise. Kedua, bisnis franchise jika dilihat di mall-mall diyakini tetap mampu bertahan di masa pandemi, dimana banyak bisnis lain yang gulung tikar dan bangkrut. Terakhir, ketiga, penulis percaya jika ECF semacam Bizhare adalah batu loncatan untuk tumpuan lompat lebih tinggi lagi. Dengan terlatihnya mental dan mindset pembaca pada investasi ECF, maka menurut pembaca sekalian dapat melompat ke tingkatan investasi yang lebih advance yaitu menjadi investor saham Bursa Efek dan investor kripto.

3. Portofolio dan Dividen Bizhare

Penulis memiliki sembilan jenis bisnis per 15 Agustus 2021, dengan nilai yang bervariasi dari yang paling kecil Rp52.532 dan terbesar hampir Rp7.350.083. Nilai lebih rinci daripada investasi pada masing-masing bisnis secara transparan tanpa sensor dapat dilihat pada gambar berikut.


Jika dilihat dari komposisi portofolio dapat dilihat jika bisnis Minimarket lebih mendominasi dibanding restoran. Secara lengkap sebagaimana gambar berikut.

Untuk melihat rekam jejak pembagian dividen lebih rinci, penulis telah menyajikan dengan rinci, tranparan, tanpa sensor pada tulisan lain pada link berikut. Secara singkat, alasan penulis berinvestasi pada kedua hal itu sebagai berikut.

a. Minimarket sudah terbukti tahan gempuran covid

Masa pandemi karena covid merupakan perwujudan dari jaman susah. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya usaha besar, mengengah, dan kecil yang gulung tikar dan bangkrut. Namun, penulis melihat di dukuh tempat tinggal penulis jika minimarket tetap saja rame, banyak orang baik tua/muda, kaya/miskin, pria/wanita, perawan/perjaka yang berbondong-bondong pergi ke minimarket untuk ngadem saja membeli makanan kecil dan perbagai keperluan rumah tangga pernak-pernik sehari-hari seperti es krim, pembalut, dsb.

Bahkan minimarket dinilai lebih tahan covid dibanding supermarket dan/atau hipermarket sebagaimana analisis dalam situs kontan berikut dan ulasan cnbc indonesia berikut. Penulis meyakini minimarket seperti indomaret/alfamart adalah masa depan yang diinginkan bangsa ini. Minimarket akan menjadi sentra ekonomi layaknya seven eleven di Jepang. Minimarket akan menjadi tempat berkumpul layaknya balai desa di kampung penulis, tempat segala keperluan masyarakat layaknya pasar tradisional, dan pusat aktivitas umat manusia Indonesia. 

Minimarket saat ini telah bertransformasi menjadi berbagai hal, misalnya minimarket sudah mulai bersinggungan dengan bisnis cafe/restoran dengan menyediakan olahan artisan kopi oleh barista profesional, makanan/nasi dengan berbagai lauk enak siap saji, roti fresh layaknya toko bakery modern. Minimarket juga menjadi tempat pembayaran seperti payment gateway berbagai tagihan mulai dari pln, pdam, internet, tiket (kereta/pesawat) dan tagihan lainnya bahkan ada juga layanan kirim-terima uang melalui Western Union. Lebih konyolnya, minimarket juga menerima Layanan kirim barang/paket (ambil di minimarket seluruh Indonesia), berbagai hal ini tentunya menyenggol payment gateway dan kirim barang nomor 1 di Indonesia alias Kantor Pos Indonesia.

Sejumlah minimarket juga menyediakan meja dan kursi bahkan seringkali colokan dan akses internet gratis yang dapat dipergunakan sebagai tempat kongkow, ngobrol seru, ghibah artis. Hasil observasi menunjukkan jika penulis telah melihat dengan mata kepala sendiri, jika para kawula muda, pemuda-pemudi berjaket hijau, dan bapak-bapak milenal di kampung penulis yang biasanya nongkrong di pos ronda, halaman balai desa, atau parkiran ruko kosong saat ini sudah mulai pindah, beralih tempat untuk nongkrong cantik di minimarket (Indomaret/alfamart) sambil menyeruput wanginya wedang kopi buatan barista ayu, molek, nan elok baik di Point Cafe atau Bean Coffee, mengunyah Say Bread, atau sekedar mengemut es krim.

b. Restoran sebagai bisnis yang sekarat karena Pandemi.

Banyak ahli-ahli dan kometator poltik dan ekonomi yang menjelaskan jika restoran adalah salah satu bisnis yang kembang kempis layaknya pasien covid dengan kondisi komorbid parah sehingga memerlukan bantuan ventilator. Misalnya tirto.id yang merupakan jurnalis independen terbaik menulis jeritan pengusaha restoran karena PPKM dalam link berikut, lalu cnbc indonesia juga tidak kalah suramnya menjelaskan masa depan pengusaha restoran pada link berikut, bahkan sudah ada hasil penelitian yang dilakukan atas efek covid terhadap industri kuliner pada link berikut.

Berbagai permasalahan tersebut yang mendasari penulis untuk berkontribusi pada UMKM Kuliner sebagai ujung tombak ekonomi umat. Bentuk pengorbanan penulis terhadap negara dilakukan dengan membeli saham urun dana melalui Bizhare. Hal ini juga didukung Bizhare melalui pesan yang diterima penulis berikut.

Penulis berharap dengan adanya dukungan dari para investor, bisnis kuliner akan menjadi turnaround stock, artinya terjadi suatu perubahan dahsyat dari bisnis sekarat dan rugi menjadi untung besar tanjung kimpul. Keberhasilan UMKM selama masa pandemi tentunya akan berdampak pada pertumbuhan negara yang semakin pesat dan kesejahteraan rakyat Indonesia pada umumnya. 

4. Teknik analisis saham UMKM di Bizhare - Studi Kasus Alfamidi KH Mas Mansyur Surabaya

Sehubungan dengan data laporan keuangan Penerbit yang terbatas  pada prospektus, sehingga data laporan keuangan lainnya perlu ditanya langsung pada penerbit bisnis melalui forum komunikasi yang diadakan Bizhare (biasanya melalui telegram). Oleh karenanya, analisis rasio dan fundamental lainnya yang dapat dilakukan menjadi terbatas dan tidak efektif. 

Penulis menggunakan teknik-teknik analisis yang telah terbukti sukses membawa keuntungan dalam berinvestasi di etoro dan gotrade yaitu FA (Feeling Analysis).  Teknik analisis antimainstream yang penulis pergunakan saat ini dinamai Teknik "Kembang Menyan", teknik ini terinspirasi dari para pemuda putus asa yang sering termenung ngrumus angka di kampung penulis, dengan penjelasan sebagai berikut.

Contohnya, analisis yang dilakukan penulis adalah untuk kasus investasi pada Alfamidi KH Mas Mansyur di Surabaya yang baru dibuka Bizhare per 15 Agustus 2021. Keterbatasan isi otak dan ketidakkompentenan penulis dibuktikan dengan kesulitan yang dialami penulis dalam memahami isi prospektus. Penulis juga tidak tertarik dengan perhitungan nilai return dan payback period karena itu adalah nilai historis semata. 


Terlihat nilai dividen yield yang disajikan per tahun 20 s.d 25,5% rasanya terlalu optimis dalam kondisi pandemi, menurut penulis proyeksi ideal minimarket hanyalah di nilai 8 s.d 12% sudah cukup menggembirakan hati. Lebih dari itu, penulis anggap keberuntungan semata.

Penulis melakukan riset mendalam hanya dengan melihat satu aspek saja yaitu lokasi minimarket akan berdiri. Penulis terinspirasi dengan perkataan Mami Feni Rose setiap hari minggu dalam acara Properti bersama Agung Podomoro (waktu penulis masih muda dulu). Acara itu selalu menjelaskan tiga hal penting dalam pemilihan properti  yaitu lokasi, lokasi, dan lokasi. Penulis percaya sepenuhnya apa kata Mami  dalam acara itu, dengan pemilihan lokasi yang tepat, Mami yakin besok senin harga akan naik. Dalam konteks ini, lokasi akan sangat berpengaruh pada besaran keuntungan di masa mendatang. Hasil penelusuran google Maps menunjukkan kemungkinan Lokasi Alfamidi (titik hitam kecil di tengah peta) dan hal menarik di sekelilingnya dapat dilihat pada gambar berikut.


Dari gambar (bulatan hitam kecil ditengah) terlihat jika trafik pada hari Senin jam 16.00, waktu yang diyakini saat yang tepat dan mustajab untuk belanja ke minimarket adalah cukup padat (garis warna oranye) dan ditunjang beberapa garis warna merah di sekitarnya. Artinya itu adalah kawasan ramai dan banyak trafik. Gambar lebih jelas street view google maps sebagai berikut.


Dari gambar itu, terlihat jika lokasi padat lancar. Kemudian, prospektus menunjukkan lokasi Alfamidi terletak di sebelah kiri gambar. Jika hal itu menjadi kenyataan, investor perlu mewaspadai adanya pesaing sesama industri yaitu Alfamart di sebelah kanan gambar. Namun, jika lokasi Alfamidi adalah di sebelah kanan gambar, maka selesai masalah (hanya upgrade Alfamart). 

Kemungkinan terburuk yang terjadi, yaitu lokasi di sebelah kiri (berhadap-hadapan dengan Alfamart). Untuk hal ini, penulis yakin tentunya, pihak Franchise sudah berkoordinasi dengan Alfamart existing agar tidak terjadi persaingan sehat. Penulis yakin secara teori, trafik akan lebih banyak ke Alfamidi berdasarkan penjelasan dalam link berikut. Dari situs itu, Alfamidi memang versi bengkak Alfamart yang jauh lebih lengkap itemnya (lebih lengkap variasi buah, sayur, dan frozen food), lebih besar, lebih dingin, dan lebih luas parkiran mobilnya.

Hal menarik lainnya, ada beberapa lokasi pusat kerumunan masyarakat yang berjarak cukup dekat lokasi (bulatan hitam). Dari pengamatan penulis, hanya berjarak beberapa jengkal dari lokasi Alfamidi terdapat Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya, lalu beberapa hasta selanjutnya juga ada Rumah Sakit Al Irsyad, terlihat juga kondisi jalan disekitarnya juga cukup padat, menunjukkan lokasi memang di tengah permukiman padat penduduk. Gambar keadaan jalan di depan di Rumah Sakit PKU Muhmammadiyah sebagai berikut.

Dapat terlihat parkiran motor dan mobil penuh di kiri kanan jalan depan RS PKU Muhammadiyah yang penuh sesak. Artinya diharapkan ada trafik dari penjenguk dan/atau pendamping pasien yang  mampir berbelanja ke Alfamidi memenuhi kebutuhan pasien mendongkrat omzet Alfamidi. Hasil riset lebih dalam yang dilakukan penulis menunjukkan jika rumah sakit PKU Muhammadiyah Surabaya merupakan tipe D dengan 51 bed, BOR 46,1, dan BTO 70,6 (data 2016 pada link berikut). Intinya RS PKU Muhammadiyah adalah rumah sakit yang ramai merupakan pasar potensial bagi Alfamidi. Lalu untuk gambar Rumah Sakit (RS) Al Irsyad sebagai berikut.


Dari gambar dapat dilihat sebelah kiri, parkiran mobil penuh, dan dikejauhan ada masjid yang cukup besar. Sebagai informasi, RS Al Irsyad adalah salah satu rumah sakit tertua dan bersejarah di Surabaya. Sayangnya, untuk RS Al Irsyad, penulis tidak menemukan data operasional rumah sakit, tetapi ya sepertinya ramai dan cukuplah untuk ikut menambah trafik bagi Alfamidi.

Hal menarik lainnya lagi yaitu hanya sepelemparan batu dari lokasi Alfamidi terdapat Masjid Agung Ampel dan Makam Sunan Ampel yang merupakan magnet kuat yang menimbulkan kerumunan dengan datangnya berbagai pelancong dan umat muslim. Bukti menunjukkan walaupun sedang pandemi, Masjid Agung dan Makan Sunan Ampel tetaplah rame saja sebagaimana liputan jawapos pada link berikut. Seluruh hal tersebut, merupakan jumlah trafik pengunjung yang sangat besar yang pada akhirnya dapat mampir belanja dan akhirnya meningkatkan keuntungan Alfamidi dan para investor di masa mendatang. 

5. Simpulan dan Saran

Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan jika Bizhare bukanlah investasi bodong dan illegal. Bizhare bukanlah investasi kaleng-kaleng, melalui bizhare para investor dapat menerima hasil investasi yang nyata melalui dividen, sayangnya pembaca harus kompeten dan cekatan dalam memilih penerbit bisnis yang tepat dan berpotensi menghasilkan keuntungan di masa mendatang. Pembaca harus membaca prospektus dengan teliti dan cekatan. Penulis yakin Bizhare senantiasa tetap menjadi nomor satu di masa mendatang dapat terus bersaing dengan penyelenggara investasi lain seperti Santara, LandX, dan CrowdDana. Untuk pengalaman menggunakan ECF atau urun dana akan penulis ungkapkan pada tulisan-tulisan menarik di lain waktu dan kesempatan.

Perlu diketahui juga, sampai saat ini, satu-satunya cara investasi paling murah pada franchise berbentuk minimarket (Alfamart/Indomaret) hanyalah melalui Bizhare saja.

Saran saya untuk pembaca dan/atau investor agar meramaikan investasi urun dana Bizhare demi terwujudnya kebangkitan ekonomi umat, menyelamatkan UMKM dari covid, mengamalkan pancasila sila kelima, dan melatih mental sebagai investor.

Saran untuk Bizhare sebagai berikut.

  1. Saya momohon kepada Bizhare agar dapat menurunkan nilai minimal investasi dari yang paling kecil saat ini Rp500 ribu menjadi Rp100 ribu sehingga investor level lebih receh dari penulis seperti mahasiswa/i dapat berinvestasi. Mahasiswa sebagai generasi milenial adalah calon pemimpin di masa mendatang.
  2. Bizhare agar membuat pelatihan lebih intensif kepada pengguna sebagaimana diamanatkan dalam POJK Nomor 37/POJK.04/2018 pada pasal 16 ayat (1) poin f yang menyatakan penyelenggaran untuk melakukan pelatihan terhadap pengguna khususnya pada masa saat dibukanya pasar sekunder nanti, semacam diklat dan trial.
  3. Bizhare membuat forum komunikasi (melalu telegram atau media lainnya) antara investor dengan perusahaan termasuk Komisaris dan Direksi sehingga jika terjadi permasalahan dapat cepat dikomunikasikan dan diselesaikan, bisa jadi terdapat investor yang cerdas dan solutif selain penulis.

Saran kepada OJK sebagai berikut.

  1. OJK agar memerintahkan penerbit urun dana untuk menyajikan laporan keuangan minimal dalam prospektus yaitu Laporan Laba/Rugi, Neraca, dan Arus Kas paling tidak selama tiga tahun ke belakang agar lebih mudah dianalisis oleh para fundamentalis.
  2. OJK membuat peraturan teknis yang mengatur pelaksaan RUPS Tahunan/LB pada layanan urun dana pada akhir periode sehingga dapat diputuskan berbagai hal, seperti penggantian Komisaris dan/atau berapa persen pembagian dividen.
  3. OJK mengatur peraturan teknis atas hak dan tanggung jawab penerbit bisnis, penyelenggara, dan pengguna apabila terjadi delisting saham.

Terakhir, pesan dari penulis agar jangan lupa mempergunakan kode DHN72YJG untuk mendapatkan cashback 50% biaya layanan saat investasi pertama pembaca karena biaya layanan Bizhare memang penulis rasakan tidak ramah di kantong.

Demikan tulisan ini bertujuan sebagai acuan bagi investor serta memberikan kritik dan saran bagi berbagai pihak. Penulis akan mencoba secara rutin mengupdate tulisan ini jika terdapat perubahan dan perkembangan informasi dan data terkait Bizhare. Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis bukan merupakan pendapat organisasi/institusi. Perlu pembaca ketahui Disclaimer dalam tulisan ini adalah penulis tidak bertanggung jawab atas pilihan penyelenggara urun dana dan saham pilihan pembaca. Semua keuntungan dan kerugian daripada transaksi yang dilakukan adalah tanggung jawab jari-jari pembaca sekalian. Penulis hanya ingin memberikan pengalaman dari sudut pandang penulis saja, agar dapat direnungkan dan dimaknai dengan bijak. Terima kasih.


Komentar

Unknown mengatakan…
niatnya mau ikutan bizhare tp karena biaya layanan 10%. jd mikir lagi

Artikel Populer Lainnya

Reviu Investasi Saham di Amerika dengan Gotrade - Portofolio Harjoko per September 2021

Pengalaman Review Investasi TokoCrypto - Portofolio Harjoko per September 2021

Apakah Tokocrypto Illegal di Indonesia? Apa Kelebihan dan Kelemahan Tokocrypto?

Reviu Investasi Bizhare - Studi Kasus Alfamidi Boulevard & Portofolio Harjoko per September 2021

Pengalaman Investasi LandX - Bedah Porto Andika Sutoro Putra & Portofolio Harjoko per September 2021

Reviu Investasi Saham Luar Negeri dengan Etoro - Portofolio Harjoko per September 2021

Apakah Gotrade Penipu? Layak dinyatakan illegal? dan bagian dari investasi bodong?