Langsung ke konten utama

Apa yang terjadi jika Penyelenggara Urun Dana Tutup atau Tidak Beroperasi?

Salam Sejatera Investor setia UMKM Indonesia. Di hari kemerdekaan ini marilah kita saling bekerja sama membangkitkan ekonomi UMKM agar dapat menghadapi pandemi dengan tenang. 

Penulis tergelitik dengan pembahasan di salah satu forum investasi telegram Bizhare oleh akun @roedhi yang mempertanyakan risiko pemodal (investor) jika penyelenggara tutup (misalnya dalam hal ini Bizhare). Admin Bizhare menjawab dengan sigap sebagai berikut "Selama operasional bisnisnya masih berjalan namun Bizhare sudah tidak beroperasional, maka segala keputusan terkait operasional bisnis termasuk distribusi dividen akan dikembalikan kepada kesepakatan antara seluruh investor dengan pihak owner bisnisnya." dan admin juga menulis "Sebagaimana diketahui, Bizhare dalam hal ini sebagai platform yg diberikan wewenang untuk mendistribusikan dividen, laporan keuangan, laporan progress ke tiap investor. Jika Bizhare sudah tidak berperan, maka semua laporan dan kegiatan tsb akan langsung dihandle oleh pihak owner bisnisnya atau sesuai kesepakatan bersama seluruh investor ya Pak."

pexels free to use photos by andrea-piacquadio

Apa yang akan terjadi jika Penyelenggaran Urun Dana berhenti Beroperasi?


Penulis langsung secepat kilat melakukan riset sederhana dengan mempelajari POJK 37 tahun 2018. Hasil analisis atas ketentuan peraturan perundangan sebagai berikut.


Berdasarkan pasal 22 POJK Tahun 2018 yang menjelaskan jika penyelenggaran menyatakan tidak akan meneruskan kegiatan operasionalnya maka dapat mengembalikan izin kepada OJK dengan menyampaikan salah satunya poin (b) yaitu Surat Pernyataan terkait Hak dan Kewajiban Pengguna dalam bentuk dan isi sesuai format Surat Pernyataan Rencana Penyelesaian Terkait Hak dan Kewajiban pengguna (investor). Selanjutnya, pada pasal 32 POJ 37 Tahun 2018 juga menyatakan bahwa perdagangan saham penerbit dilakukan antar sesama pemodal yang terdaftar penyelenggara. 


Berdasarkan pasal-pasal tersebut,  dapat disimpulkan jika penyelenggara urun dana tutup maka ada empat hal yang mungkin terjadi yaitu.

  1. Saham milik pemodal tidak hilang dan tetap tercatat sebagaimana tercantum dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkular Pemegang Saham di Luar RUPS yang dikeluarkan Notaris (kolektif) dan seharusnya masih ada catatan juga dari Kustodian Efek Indonesia sepanjang pemodal telah memiliki single investor ID. Walaupun jika tidak membayar biaya langganan kustodian, maka fasilitas itu dapat dihentikan. Namun, berdasarkan data tersebut pemodal dapat saling berkomunikasi untuk kelangsungan penerbit lebih lanjut.
  2. Apabila terdapat transaksi efek dan/atau masih ada penyelesaian transaksi pemodal seharusnya tidak hilang karena dikelola terpisah oleh Bank Kustodian (dalam hal ini Bizhare bekerja sama dengan KEB Hana Bank). 
  3. Pembagian dividen dan/atau operasional penerbit tetap berjalan dan tunduk sebagaimana diatur dalam ketentuan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas menggunakan mekanisme RUPS Tahunan/Luar Biasa. Hak suara yang dimiliki pemodal (investor) sesuai dengan persentase saham yang dimiliki.
  4. Penerbit tetap menjadi perusahaan tertutup dan pemodal (investor) tidak dapat menjual saham yang telah dibelinya kepada pihak lain atau kepada publik melalui mekanisme pasar sekunder. Penjualan dan/atau pembelian hanya dapat dilakukan melalui negosiasi disertai perubahan Akta Notaris.

Penulis berandai-andai apabila hal itu terjadi, maka langkah-langkah yang segera dapat diambil oleh pemodal (investor) sebagai berikut.

  1. Mempelajari Surat Pernyataan Rencana Penyelesaian Terkait Hak dan Kewajiban pengguna untuk mengetahui secara mendetail hak dan kewajiban yang perlu diselesaikan atau kemungkinan timbulnya permasalahan-permasalahan sengketa hukum.
  2. Berkoordinasi dengan Kantor Pengacara dan Notaris apabila terdapat permasalahan hukum agar cepat diselesaikan.
  3. Berkoordinasi dengan Kustodian Efek sebelum layanan dihentikan karena tidak ada iuran untuk memperoleh data pemodal (investor).
  4. Segera berkomunikasi dengan Bank Kustodian apabila terdapat transaksi efek yang tertunda agar dapat segera diselesaikan, 
  5. Setelah data pemodal terkumpul maka dapat mengajukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tentunya dibuat agendanya dahulu sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007. misalnya agenda terkait penetapan/penunjukan Dewan Komisaris dan/atau Direksi, penyelesaian hak dan kewajiban sebagaimana diatur dalam Surat Pernyataan Rencana Penyelesaian Terkait Hak dan Kewajiban pengguna, dsb.
  6. Setelah segala sesuai ditetapkan terkait manajemen dan operasional termasuk aspek legalnya. Pemodal dapat menghela napas sejenak dan berharap perusahaan terus beroperasi dengan normal dan menghasilkan keuntungan sampai dilakukannya RUPS Tahunan yang membahas besaran pembagian dividen atau pencadangan laba.

Simpulan dan Saran


Permasalahan ini diharapkan tidak terjadi dan hanyalah angan-angan mimpi di siang bolong saja. Namun, risiko apapun dalam dunia investasi haruslah dimitigasi. Riset ini hanyalah riset sederhana dalam beberapa menit saja, penulis masih terus melakukan riset pengembangan terkait. oleh karenanya penulis tidak dapat menyimpulkan langkah paling tepat apabila terdapat penyelenggara urun dana yang tutup. 


Saran kepada OJK agar membuat peraturan teknis terkait berhentinya penyelenggara urun dana untuk melindungi hak dan kewajiban masing-masing pihak baik penyelenggara, penerbit, dan pemodal (investor). 


Saran kepada investor agar membuat penelitian dengan topik aspek hukum perlindungan investor jika terdapat penyelenggara urun dana yang berhenti beroperasi.


Demikian analisis dan pandangan sederhana penulis. Tulisan ini akan senantiasa diupdate mengikuti perkembangan ketentuan peraturan yang berlaku (silahkan berkomentar apabila ada koreksi, diskusi, kritik dan masukan). 




Komentar

Artikel Populer Lainnya

Reviu Investasi Saham di Amerika dengan Gotrade - Portofolio Harjoko per September 2021

Pengalaman Review Investasi TokoCrypto - Portofolio Harjoko per September 2021

Apakah Tokocrypto Illegal di Indonesia? Apa Kelebihan dan Kelemahan Tokocrypto?

Reviu Investasi Bizhare - Studi Kasus Alfamidi Boulevard & Portofolio Harjoko per September 2021

Pengalaman Investasi LandX - Bedah Porto Andika Sutoro Putra & Portofolio Harjoko per September 2021

Reviu Investasi Saham Luar Negeri dengan Etoro - Portofolio Harjoko per September 2021

Apakah Gotrade Penipu? Layak dinyatakan illegal? dan bagian dari investasi bodong?

Cuan Maksimal dengan Investasi di Bizhare - Pengalaman Investor Receh & Studi Kasus Alfamidi KH Mas Mansyur Surabaya